Berita Baru :
Showing posts with label #Redaksi #Opini. Show all posts
Showing posts with label #Redaksi #Opini. Show all posts

MUI : Islam Sengaja Dihilangkan

Penulis : Unknown on Tuesday, January 20, 2015 | 2:04 AM

Tuesday, January 20, 2015


JURNALOGIKA.blogs - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menilai, ada upaya peminggiran terhadap umat Islam sepanjang 2014. Baik dari peran politik, ekonomi dan budaya. 
Misalnya, kata dia, tidak cairnya dana bantuan sosial (bansos) bagi ormas-ormas Islam hingga saat ini.

"Islam sengaja dihancurkan dan dihilangkan. Dengan tidak mencairkan bansos jelas-jelas membunuh ormas-ormas terutama ormas Islam," kata Tengku saat dihubungi ROL, Selasa (30/12).

Padahal, menurut Tengku, ormas memiliki peran dalam membina masyarakat Indonesia dari segi agama. Upaya peminggiran juga terlihat dari penghancuran masjid untuk pembangunan gedung perkotaan yang jelas dimonopoli oleh budaya asing dan kapitalis. 

Sepanjang 2014, Tengku menilai, pemerintah tidak adil terhadap umat Islam Indonesia yang notabene merupakan penduduk mayoritas. Timbulnya banyak konflik selama ini juga dianggap karena umat Muslim sebagai kaum mayoritas justru dipinggirkan. 

Tengku mengingatkan, jika pemerintah tidak sungguh-sungguh memperhatikan umat Muslim sebagai mayoritas, maka konflik akan terus tersulut di 2015. 

Tengku menyoroti kepedulian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap kurang berpihak kepada Islam.

"Setiap ada perayaan umat Islam tidak pernah datang. Tapi kemudian rela jauh-jauh pergi ke Papua. Ini kan secara transparan rakyat melihat pemerintah berpihak ke minoritas," Papar Tengku.
Untuk menghindari konflik pada 2015, Tengku menyarankan agar pemerintah Joko Widodo bersikap adil dan proporsional.

comments (2) | | Baca Selanjutnya...

OPINI - Kontaminasi Politik Kampus

Agen of change dan agen of control serta sosial force, gelar itulah sebagai panggilan yang sering nobatkan bagi seorang mahasiswa yang mengenyam pendidikan di sebuah perguruan tinggi. Namun gelar itu tidaklah layak diberikan bagi mahasiswa di era modernisasi ini, karena tidaklah mengamalkan prinsip-prinsip independensi mahasiswa sesungguhnya.

Pergeseran nilai ini membuat pengamalan ilmu pengetahuan dalam diri mahasiswa bergeser 180 derajat dari apa yang diharapkan dalam tri dharma perguruan tinggi. Hal ini terjadi karena agen of change tidak lagi sadar akan tugas dan fungsi serta   tanggung jawabnya sebagai agen perubahan. Inilah realita yang terjadi dikampus dan lingkungan pendidikan mahasiswa dewasa ini.

Contoh paling nyata adalah ketika sebuah kegiatan mahasiswa yang bersifat akademis dilakukan tanpa ikhlas dan didukung oleh dana yang memadai yang tak jelas asalnya. Mahasiswa berbuat tanpa ikhlas dan hanya berorientasi pada keuntungan materil dari kegiatan tersebut. Inilah kemerosotan nilai moral mahasiswa yang harus diluruskan bersama pada era globalisasi ini.

Sebagai agen of control, mahasiswa boleh saja terlibat dalam berbagai dunia lain selain dunia kampus, baik itu dunia politik, agama, ekonomi dan lain-lain sebagainya. Namun tidak boleh melupakan kodrat dan fitrahnya sebagai mahasiswa yang bermoral dan berprilaku baik. Nilai dan I’tikad baik harus ditonjolkan guna memberikan sesuatu yang terbaik untuk kampus dan bangsa yang dicintai ini.

Setiap manusia punya hajat tersendiri dalam kehidupan, begitu pula dengan mahasiswa. Tentu hajat untuk hidup yang mapan dan lebih baik dari sebelumnya sangat dibutuhkan. Namun harus punya cara yang baik dan santun untuk mewujudkan keinginannya itu. Kepentingan yang bersifat pribadi harus ditahan sejenak dan diutamakan untuk mengedepankan kepentingan orang banyak demi terwujudnya kemashlahatan ummat.

Tahun guncangan hati
2014 merupakan tahun yang bisa mengguncang hati setiap mahasiswa yang katanya bersifat independen. Karena tahun ini adalah tahun dimana pesta demokrasi dimulai dan tahun untuk berpesta pora dengan uang dan jabatan.  Disaat inilah independensi seorang insan akademis diuji dan hal ini bisa meruntuhkan dan layu hanya diakibatkan oleh kepentingan pribadi alias kepentingan perut semata. Hal ini harus diwaspadai bersama, karena jika politik 2014 ini berhasil mencuri minat dan perhatian mahasiswa secara tidak sehat, maka yang terjadi adalah independensi kaum akademis akan hilang dan akan semakin merosotnya moralitas anak bangsa.

Seorang insan akademis tidak dilarang berkecimpung diberbagai partai politik. Namun harus tetap menjaga independensi yang ada. Independensi yang harus dimiliki adalah etis dan organisatoris. Secara individu kita berhak memilih siapa saja yang disukai, namun secara organisasi kita juga bisa melihat siapa dan apa serta bagaimana yang berhak untuk dipilih. Akan tetapi diharapkan tidak berorientasi pada kepentingan materil. Karena jika sudah mengedepankan materil dikhawatirkan akan merusak citra dan moral sebagai mahasiswa.

Disaat politik sudah merajalela dikalangan akademisi dan berusaha melakukan pembodohan terhadap masyarakat. Maka inilah awal dari kehancuran bangsa ini, karena kaum terpelajar tidak lagi mencerdasi masyarakat dengan ilmu yang dimiliki. Namun hanya melakukan pembodohan massal. Hal ini harus dipahami dan dicermati agar tidak terjadi dikalangan kaum terpelajar.

Banyak dari kaum terpelajar ini hanya mengambil keuntungan sesaat dari nama yang sedang disandang (mahasiswa). Namun tidak mempunyai nilai positif dan tanggungjawab moral yang bisa diberikan untuk kemajuan kampus dan organisasi yang sedang digelutinya serta bangsa Indonesia.

Membumikan tri dharma perguruan tinggi
Sudah saatnya mahasiswa merubah pola pikir dan sikap serta prilaku untuk menuju kearah yang lebih baik. Tri dharma perguruan tinggi merupakan landasan dasar dan menjadi pedoman utama bagi setiap insan akademis disetiap perguruan tinggi. Jika butir-butir yang tertuang dalam tri dharma tersebut diamalkan akan membuat pribadi seorang mahasiswa tersebut bermoral layaknya harapan sebagai agen of change.

Pendidikan merupakan hal utama yang harus dikembangkan dengan melakukan penelitian dan menerapkan ilmu tersebut yang selanjutnya melakukan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki. Maka inilah sosok yang dirindukan oleh bangsa dan Negara Indonesia untuk menuju Indonesia Emas tahun 2020.

Calon pemimpin masa mendatang diharapakan memiliki integritas yang tinggi, karena seorang pemimpin bukan dilihat dari pengalamannya, akan tetapi juga pengamalannya terhadap ilmu pengetahuan itu sangat dibutuhkan serta pengabdian pada masyarakat. Jika kita seorang mahasiswa, diharapkan dapat mengamalkan tri dharma perguruan tinggi demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai oleh Tuhan yang Maha Esa. Semoga!!!

Rahmadi M. Ali, Mahasiswa Universitas Malikussaleh(Unimal).
comments | | Baca Selanjutnya...

Mengenal Pasangan Cagub-Cawagub, Mahzar - Fakhrul Reza

Penulis : Unknown on Monday, January 12, 2015 | 2:27 AM

Monday, January 12, 2015



*Ayo Ikut Berpartisipasi dalam PEMIRA HMJ Tarbiyah 15 Januari 2015 !
Mahzar - Fakhrul Reza, ketika ditemui JURNALOGIKA dalam sesi musyawarah bersama Timses Mahzar - Fakhrul Reza (12/1)
JURNALOGIKA - Pasca KIPP Tarbiyah menentukan 2 pasangan Cagub/Cawagub pada 9 Januari kemarin, ranah perpolitikan di Jurusan Tarbiyah  memanas, berbagai upaya terus dilakukan masing-masing kandidat cagub/cawagub demi memantapkan pencalonan sebagai pemimpin HMJ Tarbiyah kedepannya.

Kali ini, JURNALOGIKA coba memperkenalkan salah satu kandidat Cagub/Cawagub Tarbiyah nomor urut 2, yang akan bertarung dalam PEMIRA tanggal 15 Januari nanti.

Pasangan Mahzar dan Fakhrurreza. Kedua nama ini sudah tak asing ditelinga mahasiswa STAINMal, keduanya merupakan kader HMI cabang Kota Lhokseumawe dan telah banyak memberi kontribusi kepada kampus. Mereka juga digadang-gadang mampu membawa HMJ TARBIYAH ke arah yang lebih baik.

Berikut Biodata Pasangan Cagub/Cawagub HMJ Tarbiyah No. Urut 2 yang berhasil kami JURNALOGIKA rangkum :

1.Calon Gubernur - Mahzar

Nama     :Mahzar
"Mahzar, Kualitas personal dalam kesederhanaan"
TTL       : 1 November 1992
*Alamat :Geudong.Desa Mancang Kec.Samudera Kab. Aceh  Utara
*Jurusan: Tarbiyah Prodi Bahasa Inggris - Semester 7
*Pengalaman Organisasi :
       -Pengurus LDK AL FURQAN. -DEMA STAIN Malikussaleh
       -HMI Cab. Lhokseumawe
       -PMII cab.Lhokseumawe
       -GPP
       -KNPI
Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, Mahzar dianggap mampu memimpin HMJ Tarbiyah ke arah yang lebih baik.


2. Calon Wakil Gubernur - Fakhrul Reza

F.Reza - Tegas, Jujur, Lugas
*Nama   : Fakhrul Reza
*TTL      : 2 Agustus 1994
*Alamat : Paloh Batee, Muara Satu, Kota Lhokseumawe
*Jurusan : Tarbiyah Prodi Matematika
*Pengalaman Organisasi :
                -Pengurus HMPS Matematika 2013-2014
                -Wakil HMPS Matematika 2014-2015
                -Pengurus UKM MENWA
                -HMI
                -PMII



Demikian Profil Cagub/Cawagub yang dirasa punya banyak potensi dan pantas untuk dipilih pada PEMIRA 15 Januari Nanti . Memimpin itu Aksi, Bukan Materi !

"Calon pemimpin itu harus lugas, cakap dan punya nilai kompeten. jadi bukan hanya yang rajin eksis lewat kegiatan yang tak penting atau sok-sok ganteng, karena yang harus dimiliki oleh seorang calon pemimpin HMJ Tarbiyah sekarang adalah seperti apa yang dimilik pasangan Mahzar-Fakhrul Reza ini, mereka memiliki pengalaman yang cukup dan kami yakin mereka bisa dan mampu mengemban amanah ini". Tegas salah satu Dosen Tarbiyah. (RR)



















comments (1) | | Baca Selanjutnya...

OPINI - Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya

Penulis : Unknown on Monday, December 29, 2014 | 5:59 AM

Monday, December 29, 2014

   Kiban U Meunan Minyeuk, Kiban Du Meunan Aneuk itulah kata yang sering dIsebut oleh orang Aceh untuk menilai seberapa penting potensi orang tua dalam mengarahkan anak nya. Namun jika ada pertanyaan "Mengapa Anak Bisa Serupa dengan Orang Tuanya? Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, demikian kata pepatah.

     Dan kiranya kalau kita mau sekadar mencocok-cocokkan, pepatah ini bisa berlaku pada anak Adam. Maksudnya bagaimana? Coba kita perhatikan seorang anak dari suatu keluarga. Biasanya anak itu kalau tidak mirip ayahnya atau keluarga ayahnya, ya… mirip dengan ibunya atau keluarga ibunya. Artinya, sebagaimana buah yang jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Demikian pula anak yang terlahir, tak jauh dari sifat salah satu dari orang tuanya (keluarga orang tuanya) atau membawa sifat kedua-duanya.

     Terkadang anak itu laki-laki tapi sifat seperti ibunya, dan sebaliknya anak perempuan tapi sifatnya seperti bapaknya. Demikianlah Allah Ta'alaa mengatur ciptaan-Nya, karena itu hendaknya manusia pandai-pandai bersyukurkepada-Nyadan memperhatikan dirinya dari apa ia diciptakan, sebagaimana Dia Yang Maha Tinggi berfirman:

    "Makahendaklahmanusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Ia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada." (Ath Thariq: 5-7)
 Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu ta'ala (4/498): "Firman Allah Ta'alaa: (Ia diciptakan dari air yang terpancar), yakni air yang keluar dengan terpancar dari laki-laki dan perempuan, maka akan terjadilah (lahirlah) anak dari keduanya dengan izin Allah, dan karena itu Dia berfirman: (yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada), yakni dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan."

  Dari ayat di atas dapat kita pahami bahwa Allah Ta'alaa menciptakan anak manusia dengan pertemuan air mani yang terpancar yang keluar dari sepasang suami istri tatkala keduanya melakukan jima'.

  Lalu Dia jadikan anak itu laki-laki atau perempuan, serupa dengan ayah atau ibunya, sesuai dengan apa yang Dia kehendaki dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa. Bagaimana Anak yang Terlahir Bisa Laki-laki dan Bisa Perempuan, dan Bagaimana bisa terjadi penyerupaan dengan Orang Tua? Anda mungkin sedang menanti-nantikan lahirnya anak laki-laki di tengah keluarga atau sebaliknya Anda sedang mendambakan lahirnya anak perempuan. Sebenarnya bagaimana sih prosesnya sehingga anak yang lahir bisa laki-laki dan bisa perempuan, bisa serupa ayahnya atau ibunya? Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Anas bin Malikt, ia berkata: Abdullah bin Salam (seorang Yahudi) mendengar berita kedatangan Rasulullahrdi Madinah. Maka ia pun mendatangi beliau, lantasberkata :
"Aku akan menanyaimu dengan tiga perkara, tidak ada yang mengetahui jawabannya kecuali Nabi."

   Lalu ia mulai bertanya: "Apa tanda awal datangnya hari kiamat? Makanan apa yang pertama kali disantap penduduk surga? Apa sebab seorang anak bisa serupa dengan bapaknya dan apa sebab bisa serupa dengan akhwalnya (keluarga ibunya)?"

   Maka Rasulullah saw menjawab: "Baru saja Jibril mengabarkan kepadaku." Maka berkata Abdullah: "Jibril adalah musuh Yahudi dari kalangan malaikat." Rasulullah saw selalu menjawab (tiga pertanyaan tersebut): "Adapun tanda awal terjadinya hari kiamat adalah keluarnya api yang akan mengumpulkan manusia dari timur ke barat. Makanan yang pertama kali disantap penduduk surga adalah hati ikan yang besar.

   Sedangkan masalah penyerupaan anak, apabila suami menggauli istrinya lalu air maninya keluar mendahului air mani istrinya maka anak (yang akan lahir) itu serupa dengan dirinya. Apabila air mani istrinya keluar lebih dulu maka anak itu akan serupa dengan istrinya." Mendengarjawaban dari Rasulullahr, Abdullah berkata: "Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah." (Abdullah bin Salam kemudian masuk islam, radhiyallahu 'anhu).

  Dari hadits di atas dapat dipahami bahwasanyawanitajuga mengeluarkan mani sebagaimana laki-laki dan dengan mani itulah anak bisa serupa dengan ayah atau ibunya. Ummu Salamah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwasanya Ummu Sulaim radhiyallahu 'anha berkata kepada Rasulullah saw : "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dari perkara yang haq.

  Apakah wanita juga harus mandi jika ia bermimpi (ihtilam)? " Beliau menjawab: "Ya, apabila melihat air." Maka tertawalah Ummu Salamah dan berkata: "Apakah wanita juga mimpi (ihtilam)?" Bersabda Rasulullah saw : "Bagaimanakah bisa terjadi penyerupaan anak?" (HR Bukhari no. 3328).
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha bahwasanya seorang wanita berkata kepada Rasulullah r: "Apakah wanita juga harus mandi jika ia bermimpi dan melihat air?" Beliau menjawab: "Ya." Maka 'Aisyah berseru: "Taribat yadaki." (kalimat pengingkaran yang ditujukan 'Aisyah kepada wanita tersebut karena ia bertanya dengan pertanyaan demikian).

   Bersabda Rasulullah saw: "Biarkan dia, dari manakah persamaan bila tidak dari demikian. Bila air mani perempuan melebihi air mani laki-laki maka anak (yang terlahir) akan serupa dengan akhwalnya (keluarga ibunya) dan bila air mani laki-laki melebihi air mani perempuan maka anak akan serupa dengan a'mamnya (keluarga ayahnya)." (HR Imam Muslim hal. 251 Tartib Muhammad Fuad Abdul Baqi).

  Dari hadits 'Aisyah di atas dipahami bahwa pengunggulan dari air mani yang keluar, dengan izin AllahUmerupakansebab penyerupaan anak. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Imam Muslim dari Tsauban maula Rasulullahr dijelaskan bahwa pengunggulan merupakan sebab anak yang terlahir itu laki-laki atau perempuan, dengan izin Allah. Yakni ketika datang seorang pendeta Yahudi kepada Nabi saw. Ia bertanya tentang beberapa perkara, salah satunya ia bertanya tentang anak. Maka Nabir menjawab: "Air mani laki-laki itu warnanya putih sedang air mani perempuan itu kuning. Apabila keduanya berkumpul, lalu air mani laki-laki lebih banyak dari air mani perempuan maka anak (yang akan lahir) laki-laki, dengan izin Allah U. Bila air mani perempuan lebih banyak dari air mani laki-laki maka anak (yang akan lahir) perempuan, dengan izin Allah…." (HR Muslim no. 315) Asy Syaikh Musthafa Al Adawi dalam kitabnyaAhkamun Nisa' mengatakan bahwasanya dari kedua hadits tersebut (hadits 'Aisyah dan hadits Tsauban) menjadi jelaslah bahwa pengunggulan merupakan sebab penyerupaan anak dan sebab anak itu laki-laki atau perempuan.

Artinya bila air mani laki-laki lebih banyak dari mani perempuan maka anaknya laki-laki serupa dengan a'maamnya (keluarga ayah). Sebaliknya bila air mani perempuan lebih banyak dari mani laki-laki, maka anak yang akan lahir perempuan dan serupa dengan akhwalnya (keluarga ibunya).

   Namun terkadang kita dapatkan justru sebaliknya. Ada anak laki-laki tapi serupa dengan akhwalnya dan kadang ada anak perempuan yang serupa dengan a'maamnya, karena sebab itulah sebagian ulama mengarahkannya kepada ta'wil. Di antaranya Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah, beliau menakwilkan kata "al 'uluw" dalam hadits 'Aisyah denganmakna"AsSabq" (mendahului), sedangkan kata "al 'uluw" pada hadits Tsauban, sesuai dengan makna zhahirnya (yakni unggul/melebihi). (Fathul Bari 7/273). Al Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (7/273): "As Sabq" merupakan tanda (anak yang akan lahir) laki-laki atau perempuan sedangkan "Al 'uluw" sebagai tanda keserupaan." Kemudian Al Hafizh melanjutkan: "Seakan-akan yang dimaksud dengan "Al 'uluw" yang merupakan sebab keserupaan itu adalah bila mani dari salah satunya (laki-laki atau perempuan) keluar dalam jumlah yang banyak sehingga membanjiri yang lainnya. Dengan keadaan ini maka tercapailah keserupaan. Perkara ini ada enam keadaan:

Pertama : Apabila mani laki-laki lebih banyak dan keluar mendahului mani perempuan. Maka anak yang akan lahir laki-laki dan serupa dengan ayah/keluarga ayahnya.

 Kedua: Sebaliknya, bila mani perempuan lebih banyak dan keluar mendahului mani laki-laki, maka anak yang akan lahir perempuan dan serupa dengan ibu/keluarga ibunya.

Ketiga:Bila mani laki- laki keluar lebih dahulu namun mani perempuan lebih banyak, maka akan lahir anak laki-laki dan serupa denganibunya.

Keempat: Sebaliknya, bila mani perempuan keluar lebih dahulu namun mani laki-laki lebih banyak maka akan terlahir anak perempuan dan serupa dengan ayahnya.

Kelima: Bila mani laki-laki keluar mendahului mani perempuan dan sama banyaknya maka akan terlahir anak laki-laki dan tidak khusus penyerupaannya dengan ayah dan ibunya.

Keenam: Sebaliknya, bila mani perempuan mendahului mani laki-laki dan sama banyaknya maka akan lahir anak perempuan dan tidak khusus penyerupaannya." Semuanya itu bisa terjadi dengan izin Allah U. Bila Dia menghendaki akan terjadi dan bila tidak maka tidak mungkin akan terjadi.
Wallahu a'lam.

*M.Ikhsan - Penulis adalah Dosen Fakultas Dakwah STAIN Malikussaleh
Kirimkan berita liputan, even seputar kampus (Depth news/Depth reporting) atau nNews Features berupa opini, Biografi tokoh/lembaga, cerpen, dan puisi anda ke e-mail kami : persjurnal.mahasiswa@gmail.com

atau facebook : www.facebook.com/persjurnalmahasiswa
*Setiap berita liputan yang dikirim harus memakai 5W+1H, dan tidak ada unsur provokasi, SARA atau pencemaran didalamnya*
“JANGAN TAKUT MENULIS !”
comments | | Baca Selanjutnya...

Sehari Semalam Tidak Selalu 24 Jam

Waktu yang kita gunakan sehari-hari sebagaimana di tunjuki oleh jam dinding dan Arloji yang kemudian di pedomani oleh semua jadwal kerja, siaran radio dan telivisi adalah didasarkan pada perjalanan semu matahari (gerak semu harian matahari). 

Jika matahari berkulminasi di atas pada pukul 12:00 kita katakan dengan siang hari, dan jika posisi matahari sedang berkulminasi di bawah pada pukul 00:00 kita katakan pertengahan malam. Titik kulminasi bawah ini dijadikan awal waktu, yakni setelah pukul 00:00 maka dihitung pukul 01:00 sampai pukul 24:00 atau pukul 00:00 kembali dengan jumlahnya dalam sehari semalam 24 jam. Inilah yang sudah terbiasa dalam kehidupan sehari-hari yang berujung pada asumsi bahwa waktu yang kita gunakan selama sehari semalam adalah benar-benar 24 jam. Benarkah demikian ? kalau mau file  silahkan klik di sini










Gambar Ilustrasi






            Matahari merupakan sumber panas yang memiliki temperature di permukaannya sekitar 6 ribu derajat celcius dan  termasuk bintang tetap dalam tatasurya kita. Jarak antara Bumi dan Matahari rata-rata 150 juta Km dengan jarak terdekat sekitar 147 juta Km dan jarak terjauh sekitar 152 juta Km. Sinar Matahari berkecepatan 300 ribu Km perdetik, sehingga waktu yang diperlukan untuk sampainya caha Matahari ke perbukaan Bumi sekitar 8 menit (muhyiddin Khazin, Ilmu falak dalam Teori dan Praktik, 2004).
Perjalanan harian Matahari yang terbit dari Timur dan terbenam di Barat itu bukanlah gerak Matahari yang sebenarnya, melainkan disebabkan oleh perputaran Bumi pada porosnya dari barat ke timur (Rotasi Bumi) selama sehari semalam dengan kecepatan 108 ribu Km perjam. Akibat dari rotasi ini antara lain adalah adanya perbedaan waktu di satu daerah dengan daerah yang lain dan adanya siang dan malam di permukaan Bumi.
Arah rotasi Bumi dari barat ke timur juga mengakibatkan terlihatnya benda-benda langit bergerak dari timur ke barat yang disebut dengan gerak semu. Untuk lebih mudah kita pahami, kita bisa membayangkan ketika kita berada dalam sebuah Bus yang melaju cepat dari arah barat ke timur, maka semua pepohonan yang ada di sekitar pinggiran jalan akan terlihat melaju dari arah timur ke barat, gerak pepohonan dari timur ke barat inilah yang dikatakan dengan gerak semu.
         Gerak semu harian Matahari inilah yang kemudian dijadikan patokan waktu di pemukaan Bumi dengan waktu tetap sehari semalam 24 jam atau dikenal dengan waktu pertengahan. Untuk menentukan waktu salat dan waktu ibadah yang lain, kita memerlukan waktu hakiki, yaitu waktu yang berdasarkan pada perputaran Bumi pada sumbunya yang sehari semalam tidak tentu 24 jam, melainkan kadang kurang dan kadang lebih dari 24 jam.
Hal ini disebabkan antara lain oleh peredaran Bumi mengelilingi Matahari berbentuk ellips (bulat telur) sedangkan Matahari berada pada salah satu titik apinya. Sehingga suatu saat Bumi dekat dengan Matahari (perehelium) yang menyebabkan gaya gravitasi Bumi menjadi kuat, sehingga perputaran Bumi menjadi cepat yang akibatnya sehari semalam kurang dari 24 jam. Pada saat lain Bumi jauh dengan Matahari (aphelium) yang menyebabkan gaya gravitasi Bumi menjadi lemah, sehingga perputaran Bumi menjadi lambat yang akibatnya sehari semalam lebih dari 24 jam.
 Sampai disini kita bisa membedakan antara waktu pertengahan dengan waktu hakiki, yakni waktu pertengahan adalah waktu yang berpatokan pada gerak semu harian Matahari yang dipengaruhi oleh rotasi Bumi dari arah barat ke timur, sedangkan waktu hakiki adalah waktu yang berpatokan pada rotasi bumi yang panjang waktunya tidak selamanya 24 jam dalam sehari semalam.
Waktu hakiki dalam setiap hari sangat penting untuk diketahui, hal ini bisa menjawab kenapa waktu shalat kita selalu berubah – ubah dalam setiap hari. Untuk mengetahui waktu hakiki, terlebih dahulu kita harus mengetahui nilai Equation of Time (ET) atau perata waktu. ET ini akan bernilai positif (+) apabila panjang waktu hakiki mendahului panjang waktu pertengahan dan bernilai negatif (-) apabila panjang hari pertengahan  mendahului panjang hari hakiki, jadi rumus mencari panjang waktu hakiki adalahwaktu hakiki (WH)= panjang hari pertengahan + ET / WH=24+(ET).
Contoh: Hitunglah panjang waktu hakiki pada tanggal 11 Januari dan 2 November 2013.?
Dik :    1. ET 11 Januari 2013 = -00 derjat 14 menit 16 detik.
2. ET 2 November 2013 = +00 derjat 16 menit 28 detik.
Jawab : 1. WH = 24+(-00:14:16) = 23:45:44. Jadi panjang waktu hakiki dalam sehari semalam pada tanggal 11 Januari 2013 adalah 23 jam 45 menit 44 detik.
2. WH = 24+(+00:16:28) = 24:16:28. Jadi panjang waktu hakiki dalam sehari semalam pada tanggal 2 November 2013 adalah 24 jam 16 menit 28 detik.
Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa pada tanggal 11 Januari 2013 panjang waktu sehari semalam cuma 23 jam 45 menit 44 detik, tidak sampai 24 jam. Sedangkan pada tanggal 2 November 2013 panjang waktu sehari semalam 24 jam 16 menit 28 detik, melebihi dari 24 jam. Sampai disini jelaslah bahwa dalam sehari semalam tidak selamanya 24 jam.

Wallahu’aklam bissawab …

*Ismail S.Sy. Penulis adalah Ketua LKIF STAIN Malikussaleh & Dosen Syariah STAIN Malikussaleh
comments | | Baca Selanjutnya...

Jurnalogika Team

dakwah.stainmal.ac.id

Blogroll

Iklan

Comments
Comments
 
Design Template by Teuku Reza Rizki | Support by creating website | Powered by Said Arif Tirtana