Berita Baru :
Showing posts with label #Redaksi #Opini. Show all posts
Showing posts with label #Redaksi #Opini. Show all posts

MUI : Islam Sengaja Dihilangkan

Penulis : Unknown on Tuesday, January 20, 2015 | 2:04 AM

Tuesday, January 20, 2015


JURNALOGIKA.blogs - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menilai, ada upaya peminggiran terhadap umat Islam sepanjang 2014. Baik dari peran politik, ekonomi dan budaya. 
Misalnya, kata dia, tidak cairnya dana bantuan sosial (bansos) bagi ormas-ormas Islam hingga saat ini.

"Islam sengaja dihancurkan dan dihilangkan. Dengan tidak mencairkan bansos jelas-jelas membunuh ormas-ormas terutama ormas Islam," kata Tengku saat dihubungi ROL, Selasa (30/12).

Padahal, menurut Tengku, ormas memiliki peran dalam membina masyarakat Indonesia dari segi agama. Upaya peminggiran juga terlihat dari penghancuran masjid untuk pembangunan gedung perkotaan yang jelas dimonopoli oleh budaya asing dan kapitalis. 

Sepanjang 2014, Tengku menilai, pemerintah tidak adil terhadap umat Islam Indonesia yang notabene merupakan penduduk mayoritas. Timbulnya banyak konflik selama ini juga dianggap karena umat Muslim sebagai kaum mayoritas justru dipinggirkan. 

Tengku mengingatkan, jika pemerintah tidak sungguh-sungguh memperhatikan umat Muslim sebagai mayoritas, maka konflik akan terus tersulut di 2015. 

Tengku menyoroti kepedulian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap kurang berpihak kepada Islam.

"Setiap ada perayaan umat Islam tidak pernah datang. Tapi kemudian rela jauh-jauh pergi ke Papua. Ini kan secara transparan rakyat melihat pemerintah berpihak ke minoritas," Papar Tengku.
Untuk menghindari konflik pada 2015, Tengku menyarankan agar pemerintah Joko Widodo bersikap adil dan proporsional.

comments (2) | | Baca Selanjutnya...

OPINI - Kontaminasi Politik Kampus

Agen of change dan agen of control serta sosial force, gelar itulah sebagai panggilan yang sering nobatkan bagi seorang mahasiswa yang mengenyam pendidikan di sebuah perguruan tinggi. Namun gelar itu tidaklah layak diberikan bagi mahasiswa di era modernisasi ini, karena tidaklah mengamalkan prinsip-prinsip independensi mahasiswa sesungguhnya.

Pergeseran nilai ini membuat pengamalan ilmu pengetahuan dalam diri mahasiswa bergeser 180 derajat dari apa yang diharapkan dalam tri dharma perguruan tinggi. Hal ini terjadi karena agen of change tidak lagi sadar akan tugas dan fungsi serta   tanggung jawabnya sebagai agen perubahan. Inilah realita yang terjadi dikampus dan lingkungan pendidikan mahasiswa dewasa ini.

Contoh paling nyata adalah ketika sebuah kegiatan mahasiswa yang bersifat akademis dilakukan tanpa ikhlas dan didukung oleh dana yang memadai yang tak jelas asalnya. Mahasiswa berbuat tanpa ikhlas dan hanya berorientasi pada keuntungan materil dari kegiatan tersebut. Inilah kemerosotan nilai moral mahasiswa yang harus diluruskan bersama pada era globalisasi ini.

Sebagai agen of control, mahasiswa boleh saja terlibat dalam berbagai dunia lain selain dunia kampus, baik itu dunia politik, agama, ekonomi dan lain-lain sebagainya. Namun tidak boleh melupakan kodrat dan fitrahnya sebagai mahasiswa yang bermoral dan berprilaku baik. Nilai dan I’tikad baik harus ditonjolkan guna memberikan sesuatu yang terbaik untuk kampus dan bangsa yang dicintai ini.

Setiap manusia punya hajat tersendiri dalam kehidupan, begitu pula dengan mahasiswa. Tentu hajat untuk hidup yang mapan dan lebih baik dari sebelumnya sangat dibutuhkan. Namun harus punya cara yang baik dan santun untuk mewujudkan keinginannya itu. Kepentingan yang bersifat pribadi harus ditahan sejenak dan diutamakan untuk mengedepankan kepentingan orang banyak demi terwujudnya kemashlahatan ummat.

Tahun guncangan hati
2014 merupakan tahun yang bisa mengguncang hati setiap mahasiswa yang katanya bersifat independen. Karena tahun ini adalah tahun dimana pesta demokrasi dimulai dan tahun untuk berpesta pora dengan uang dan jabatan.  Disaat inilah independensi seorang insan akademis diuji dan hal ini bisa meruntuhkan dan layu hanya diakibatkan oleh kepentingan pribadi alias kepentingan perut semata. Hal ini harus diwaspadai bersama, karena jika politik 2014 ini berhasil mencuri minat dan perhatian mahasiswa secara tidak sehat, maka yang terjadi adalah independensi kaum akademis akan hilang dan akan semakin merosotnya moralitas anak bangsa.

Seorang insan akademis tidak dilarang berkecimpung diberbagai partai politik. Namun harus tetap menjaga independensi yang ada. Independensi yang harus dimiliki adalah etis dan organisatoris. Secara individu kita berhak memilih siapa saja yang disukai, namun secara organisasi kita juga bisa melihat siapa dan apa serta bagaimana yang berhak untuk dipilih. Akan tetapi diharapkan tidak berorientasi pada kepentingan materil. Karena jika sudah mengedepankan materil dikhawatirkan akan merusak citra dan moral sebagai mahasiswa.

Disaat politik sudah merajalela dikalangan akademisi dan berusaha melakukan pembodohan terhadap masyarakat. Maka inilah awal dari kehancuran bangsa ini, karena kaum terpelajar tidak lagi mencerdasi masyarakat dengan ilmu yang dimiliki. Namun hanya melakukan pembodohan massal. Hal ini harus dipahami dan dicermati agar tidak terjadi dikalangan kaum terpelajar.

Banyak dari kaum terpelajar ini hanya mengambil keuntungan sesaat dari nama yang sedang disandang (mahasiswa). Namun tidak mempunyai nilai positif dan tanggungjawab moral yang bisa diberikan untuk kemajuan kampus dan organisasi yang sedang digelutinya serta bangsa Indonesia.

Membumikan tri dharma perguruan tinggi
Sudah saatnya mahasiswa merubah pola pikir dan sikap serta prilaku untuk menuju kearah yang lebih baik. Tri dharma perguruan tinggi merupakan landasan dasar dan menjadi pedoman utama bagi setiap insan akademis disetiap perguruan tinggi. Jika butir-butir yang tertuang dalam tri dharma tersebut diamalkan akan membuat pribadi seorang mahasiswa tersebut bermoral layaknya harapan sebagai agen of change.

Pendidikan merupakan hal utama yang harus dikembangkan dengan melakukan penelitian dan menerapkan ilmu tersebut yang selanjutnya melakukan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki. Maka inilah sosok yang dirindukan oleh bangsa dan Negara Indonesia untuk menuju Indonesia Emas tahun 2020.

Calon pemimpin masa mendatang diharapakan memiliki integritas yang tinggi, karena seorang pemimpin bukan dilihat dari pengalamannya, akan tetapi juga pengamalannya terhadap ilmu pengetahuan itu sangat dibutuhkan serta pengabdian pada masyarakat. Jika kita seorang mahasiswa, diharapkan dapat mengamalkan tri dharma perguruan tinggi demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai oleh Tuhan yang Maha Esa. Semoga!!!

Rahmadi M. Ali, Mahasiswa Universitas Malikussaleh(Unimal).
comments | | Baca Selanjutnya...

Mengenal Pasangan Cagub-Cawagub, Mahzar - Fakhrul Reza

Penulis : Unknown on Monday, January 12, 2015 | 2:27 AM

Monday, January 12, 2015



*Ayo Ikut Berpartisipasi dalam PEMIRA HMJ Tarbiyah 15 Januari 2015 !
Mahzar - Fakhrul Reza, ketika ditemui JURNALOGIKA dalam sesi musyawarah bersama Timses Mahzar - Fakhrul Reza (12/1)
JURNALOGIKA - Pasca KIPP Tarbiyah menentukan 2 pasangan Cagub/Cawagub pada 9 Januari kemarin, ranah perpolitikan di Jurusan Tarbiyah  memanas, berbagai upaya terus dilakukan masing-masing kandidat cagub/cawagub demi memantapkan pencalonan sebagai pemimpin HMJ Tarbiyah kedepannya.

Kali ini, JURNALOGIKA coba memperkenalkan salah satu kandidat Cagub/Cawagub Tarbiyah nomor urut 2, yang akan bertarung dalam PEMIRA tanggal 15 Januari nanti.

Pasangan Mahzar dan Fakhrurreza. Kedua nama ini sudah tak asing ditelinga mahasiswa STAINMal, keduanya merupakan kader HMI cabang Kota Lhokseumawe dan telah banyak memberi kontribusi kepada kampus. Mereka juga digadang-gadang mampu membawa HMJ TARBIYAH ke arah yang lebih baik.

Berikut Biodata Pasangan Cagub/Cawagub HMJ Tarbiyah No. Urut 2 yang berhasil kami JURNALOGIKA rangkum :

1.Calon Gubernur - Mahzar

Nama     :Mahzar
"Mahzar, Kualitas personal dalam kesederhanaan"
TTL       : 1 November 1992
*Alamat :Geudong.Desa Mancang Kec.Samudera Kab. Aceh  Utara
*Jurusan: Tarbiyah Prodi Bahasa Inggris - Semester 7
*Pengalaman Organisasi :
       -Pengurus LDK AL FURQAN. -DEMA STAIN Malikussaleh
       -HMI Cab. Lhokseumawe
       -PMII cab.Lhokseumawe
       -GPP
       -KNPI
Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, Mahzar dianggap mampu memimpin HMJ Tarbiyah ke arah yang lebih baik.


2. Calon Wakil Gubernur - Fakhrul Reza

F.Reza - Tegas, Jujur, Lugas
*Nama   : Fakhrul Reza
*TTL      : 2 Agustus 1994
*Alamat : Paloh Batee, Muara Satu, Kota Lhokseumawe
*Jurusan : Tarbiyah Prodi Matematika
*Pengalaman Organisasi :
                -Pengurus HMPS Matematika 2013-2014
                -Wakil HMPS Matematika 2014-2015
                -Pengurus UKM MENWA
                -HMI
                -PMII



Demikian Profil Cagub/Cawagub yang dirasa punya banyak potensi dan pantas untuk dipilih pada PEMIRA 15 Januari Nanti . Memimpin itu Aksi, Bukan Materi !

"Calon pemimpin itu harus lugas, cakap dan punya nilai kompeten. jadi bukan hanya yang rajin eksis lewat kegiatan yang tak penting atau sok-sok ganteng, karena yang harus dimiliki oleh seorang calon pemimpin HMJ Tarbiyah sekarang adalah seperti apa yang dimilik pasangan Mahzar-Fakhrul Reza ini, mereka memiliki pengalaman yang cukup dan kami yakin mereka bisa dan mampu mengemban amanah ini". Tegas salah satu Dosen Tarbiyah. (RR)



















comments (1) | | Baca Selanjutnya...

OPINI - Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya

Penulis : Unknown on Monday, December 29, 2014 | 5:59 AM

Monday, December 29, 2014

   Kiban U Meunan Minyeuk, Kiban Du Meunan Aneuk itulah kata yang sering dIsebut oleh orang Aceh untuk menilai seberapa penting potensi orang tua dalam mengarahkan anak nya. Namun jika ada pertanyaan "Mengapa Anak Bisa Serupa dengan Orang Tuanya? Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, demikian kata pepatah.

     Dan kiranya kalau kita mau sekadar mencocok-cocokkan, pepatah ini bisa berlaku pada anak Adam. Maksudnya bagaimana? Coba kita perhatikan seorang anak dari suatu keluarga. Biasanya anak itu kalau tidak mirip ayahnya atau keluarga ayahnya, ya… mirip dengan ibunya atau keluarga ibunya. Artinya, sebagaimana buah yang jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Demikian pula anak yang terlahir, tak jauh dari sifat salah satu dari orang tuanya (keluarga orang tuanya) atau membawa sifat kedua-duanya.

     Terkadang anak itu laki-laki tapi sifat seperti ibunya, dan sebaliknya anak perempuan tapi sifatnya seperti bapaknya. Demikianlah Allah Ta'alaa mengatur ciptaan-Nya, karena itu hendaknya manusia pandai-pandai bersyukurkepada-Nyadan memperhatikan dirinya dari apa ia diciptakan, sebagaimana Dia Yang Maha Tinggi berfirman:

    "Makahendaklahmanusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Ia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada." (Ath Thariq: 5-7)
 Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu ta'ala (4/498): "Firman Allah Ta'alaa: (Ia diciptakan dari air yang terpancar), yakni air yang keluar dengan terpancar dari laki-laki dan perempuan, maka akan terjadilah (lahirlah) anak dari keduanya dengan izin Allah, dan karena itu Dia berfirman: (yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada), yakni dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan."

  Dari ayat di atas dapat kita pahami bahwa Allah Ta'alaa menciptakan anak manusia dengan pertemuan air mani yang terpancar yang keluar dari sepasang suami istri tatkala keduanya melakukan jima'.

  Lalu Dia jadikan anak itu laki-laki atau perempuan, serupa dengan ayah atau ibunya, sesuai dengan apa yang Dia kehendaki dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa. Bagaimana Anak yang Terlahir Bisa Laki-laki dan Bisa Perempuan, dan Bagaimana bisa terjadi penyerupaan dengan Orang Tua? Anda mungkin sedang menanti-nantikan lahirnya anak laki-laki di tengah keluarga atau sebaliknya Anda sedang mendambakan lahirnya anak perempuan. Sebenarnya bagaimana sih prosesnya sehingga anak yang lahir bisa laki-laki dan bisa perempuan, bisa serupa ayahnya atau ibunya? Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Anas bin Malikt, ia berkata: Abdullah bin Salam (seorang Yahudi) mendengar berita kedatangan Rasulullahrdi Madinah. Maka ia pun mendatangi beliau, lantasberkata :
"Aku akan menanyaimu dengan tiga perkara, tidak ada yang mengetahui jawabannya kecuali Nabi."

   Lalu ia mulai bertanya: "Apa tanda awal datangnya hari kiamat? Makanan apa yang pertama kali disantap penduduk surga? Apa sebab seorang anak bisa serupa dengan bapaknya dan apa sebab bisa serupa dengan akhwalnya (keluarga ibunya)?"

   Maka Rasulullah saw menjawab: "Baru saja Jibril mengabarkan kepadaku." Maka berkata Abdullah: "Jibril adalah musuh Yahudi dari kalangan malaikat." Rasulullah saw selalu menjawab (tiga pertanyaan tersebut): "Adapun tanda awal terjadinya hari kiamat adalah keluarnya api yang akan mengumpulkan manusia dari timur ke barat. Makanan yang pertama kali disantap penduduk surga adalah hati ikan yang besar.

   Sedangkan masalah penyerupaan anak, apabila suami menggauli istrinya lalu air maninya keluar mendahului air mani istrinya maka anak (yang akan lahir) itu serupa dengan dirinya. Apabila air mani istrinya keluar lebih dulu maka anak itu akan serupa dengan istrinya." Mendengarjawaban dari Rasulullahr, Abdullah berkata: "Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah." (Abdullah bin Salam kemudian masuk islam, radhiyallahu 'anhu).

  Dari hadits di atas dapat dipahami bahwasanyawanitajuga mengeluarkan mani sebagaimana laki-laki dan dengan mani itulah anak bisa serupa dengan ayah atau ibunya. Ummu Salamah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwasanya Ummu Sulaim radhiyallahu 'anha berkata kepada Rasulullah saw : "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dari perkara yang haq.

  Apakah wanita juga harus mandi jika ia bermimpi (ihtilam)? " Beliau menjawab: "Ya, apabila melihat air." Maka tertawalah Ummu Salamah dan berkata: "Apakah wanita juga mimpi (ihtilam)?" Bersabda Rasulullah saw : "Bagaimanakah bisa terjadi penyerupaan anak?" (HR Bukhari no. 3328).
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha bahwasanya seorang wanita berkata kepada Rasulullah r: "Apakah wanita juga harus mandi jika ia bermimpi dan melihat air?" Beliau menjawab: "Ya." Maka 'Aisyah berseru: "Taribat yadaki." (kalimat pengingkaran yang ditujukan 'Aisyah kepada wanita tersebut karena ia bertanya dengan pertanyaan demikian).

   Bersabda Rasulullah saw: "Biarkan dia, dari manakah persamaan bila tidak dari demikian. Bila air mani perempuan melebihi air mani laki-laki maka anak (yang terlahir) akan serupa dengan akhwalnya (keluarga ibunya) dan bila air mani laki-laki melebihi air mani perempuan maka anak akan serupa dengan a'mamnya (keluarga ayahnya)." (HR Imam Muslim hal. 251 Tartib Muhammad Fuad Abdul Baqi).

  Dari hadits 'Aisyah di atas dipahami bahwa pengunggulan dari air mani yang keluar, dengan izin AllahUmerupakansebab penyerupaan anak. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Imam Muslim dari Tsauban maula Rasulullahr dijelaskan bahwa pengunggulan merupakan sebab anak yang terlahir itu laki-laki atau perempuan, dengan izin Allah. Yakni ketika datang seorang pendeta Yahudi kepada Nabi saw. Ia bertanya tentang beberapa perkara, salah satunya ia bertanya tentang anak. Maka Nabir menjawab: "Air mani laki-laki itu warnanya putih sedang air mani perempuan itu kuning. Apabila keduanya berkumpul, lalu air mani laki-laki lebih banyak dari air mani perempuan maka anak (yang akan lahir) laki-laki, dengan izin Allah U. Bila air mani perempuan lebih banyak dari air mani laki-laki maka anak (yang akan lahir) perempuan, dengan izin Allah…." (HR Muslim no. 315) Asy Syaikh Musthafa Al Adawi dalam kitabnyaAhkamun Nisa' mengatakan bahwasanya dari kedua hadits tersebut (hadits 'Aisyah dan hadits Tsauban) menjadi jelaslah bahwa pengunggulan merupakan sebab penyerupaan anak dan sebab anak itu laki-laki atau perempuan.

Artinya bila air mani laki-laki lebih banyak dari mani perempuan maka anaknya laki-laki serupa dengan a'maamnya (keluarga ayah). Sebaliknya bila air mani perempuan lebih banyak dari mani laki-laki, maka anak yang akan lahir perempuan dan serupa dengan akhwalnya (keluarga ibunya).

   Namun terkadang kita dapatkan justru sebaliknya. Ada anak laki-laki tapi serupa dengan akhwalnya dan kadang ada anak perempuan yang serupa dengan a'maamnya, karena sebab itulah sebagian ulama mengarahkannya kepada ta'wil. Di antaranya Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah, beliau menakwilkan kata "al 'uluw" dalam hadits 'Aisyah denganmakna"AsSabq" (mendahului), sedangkan kata "al 'uluw" pada hadits Tsauban, sesuai dengan makna zhahirnya (yakni unggul/melebihi). (Fathul Bari 7/273). Al Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (7/273): "As Sabq" merupakan tanda (anak yang akan lahir) laki-laki atau perempuan sedangkan "Al 'uluw" sebagai tanda keserupaan." Kemudian Al Hafizh melanjutkan: "Seakan-akan yang dimaksud dengan "Al 'uluw" yang merupakan sebab keserupaan itu adalah bila mani dari salah satunya (laki-laki atau perempuan) keluar dalam jumlah yang banyak sehingga membanjiri yang lainnya. Dengan keadaan ini maka tercapailah keserupaan. Perkara ini ada enam keadaan:

Pertama : Apabila mani laki-laki lebih banyak dan keluar mendahului mani perempuan. Maka anak yang akan lahir laki-laki dan serupa dengan ayah/keluarga ayahnya.

 Kedua: Sebaliknya, bila mani perempuan lebih banyak dan keluar mendahului mani laki-laki, maka anak yang akan lahir perempuan dan serupa dengan ibu/keluarga ibunya.

Ketiga:Bila mani laki- laki keluar lebih dahulu namun mani perempuan lebih banyak, maka akan lahir anak laki-laki dan serupa denganibunya.

Keempat: Sebaliknya, bila mani perempuan keluar lebih dahulu namun mani laki-laki lebih banyak maka akan terlahir anak perempuan dan serupa dengan ayahnya.

Kelima: Bila mani laki-laki keluar mendahului mani perempuan dan sama banyaknya maka akan terlahir anak laki-laki dan tidak khusus penyerupaannya dengan ayah dan ibunya.

Keenam: Sebaliknya, bila mani perempuan mendahului mani laki-laki dan sama banyaknya maka akan lahir anak perempuan dan tidak khusus penyerupaannya." Semuanya itu bisa terjadi dengan izin Allah U. Bila Dia menghendaki akan terjadi dan bila tidak maka tidak mungkin akan terjadi.
Wallahu a'lam.

*M.Ikhsan - Penulis adalah Dosen Fakultas Dakwah STAIN Malikussaleh
Kirimkan berita liputan, even seputar kampus (Depth news/Depth reporting) atau nNews Features berupa opini, Biografi tokoh/lembaga, cerpen, dan puisi anda ke e-mail kami : persjurnal.mahasiswa@gmail.com

atau facebook : www.facebook.com/persjurnalmahasiswa
*Setiap berita liputan yang dikirim harus memakai 5W+1H, dan tidak ada unsur provokasi, SARA atau pencemaran didalamnya*
“JANGAN TAKUT MENULIS !”
comments | | Baca Selanjutnya...

Sehari Semalam Tidak Selalu 24 Jam

Waktu yang kita gunakan sehari-hari sebagaimana di tunjuki oleh jam dinding dan Arloji yang kemudian di pedomani oleh semua jadwal kerja, siaran radio dan telivisi adalah didasarkan pada perjalanan semu matahari (gerak semu harian matahari). 

Jika matahari berkulminasi di atas pada pukul 12:00 kita katakan dengan siang hari, dan jika posisi matahari sedang berkulminasi di bawah pada pukul 00:00 kita katakan pertengahan malam. Titik kulminasi bawah ini dijadikan awal waktu, yakni setelah pukul 00:00 maka dihitung pukul 01:00 sampai pukul 24:00 atau pukul 00:00 kembali dengan jumlahnya dalam sehari semalam 24 jam. Inilah yang sudah terbiasa dalam kehidupan sehari-hari yang berujung pada asumsi bahwa waktu yang kita gunakan selama sehari semalam adalah benar-benar 24 jam. Benarkah demikian ? kalau mau file  silahkan klik di sini










Gambar Ilustrasi






            Matahari merupakan sumber panas yang memiliki temperature di permukaannya sekitar 6 ribu derajat celcius dan  termasuk bintang tetap dalam tatasurya kita. Jarak antara Bumi dan Matahari rata-rata 150 juta Km dengan jarak terdekat sekitar 147 juta Km dan jarak terjauh sekitar 152 juta Km. Sinar Matahari berkecepatan 300 ribu Km perdetik, sehingga waktu yang diperlukan untuk sampainya caha Matahari ke perbukaan Bumi sekitar 8 menit (muhyiddin Khazin, Ilmu falak dalam Teori dan Praktik, 2004).
Perjalanan harian Matahari yang terbit dari Timur dan terbenam di Barat itu bukanlah gerak Matahari yang sebenarnya, melainkan disebabkan oleh perputaran Bumi pada porosnya dari barat ke timur (Rotasi Bumi) selama sehari semalam dengan kecepatan 108 ribu Km perjam. Akibat dari rotasi ini antara lain adalah adanya perbedaan waktu di satu daerah dengan daerah yang lain dan adanya siang dan malam di permukaan Bumi.
Arah rotasi Bumi dari barat ke timur juga mengakibatkan terlihatnya benda-benda langit bergerak dari timur ke barat yang disebut dengan gerak semu. Untuk lebih mudah kita pahami, kita bisa membayangkan ketika kita berada dalam sebuah Bus yang melaju cepat dari arah barat ke timur, maka semua pepohonan yang ada di sekitar pinggiran jalan akan terlihat melaju dari arah timur ke barat, gerak pepohonan dari timur ke barat inilah yang dikatakan dengan gerak semu.
         Gerak semu harian Matahari inilah yang kemudian dijadikan patokan waktu di pemukaan Bumi dengan waktu tetap sehari semalam 24 jam atau dikenal dengan waktu pertengahan. Untuk menentukan waktu salat dan waktu ibadah yang lain, kita memerlukan waktu hakiki, yaitu waktu yang berdasarkan pada perputaran Bumi pada sumbunya yang sehari semalam tidak tentu 24 jam, melainkan kadang kurang dan kadang lebih dari 24 jam.
Hal ini disebabkan antara lain oleh peredaran Bumi mengelilingi Matahari berbentuk ellips (bulat telur) sedangkan Matahari berada pada salah satu titik apinya. Sehingga suatu saat Bumi dekat dengan Matahari (perehelium) yang menyebabkan gaya gravitasi Bumi menjadi kuat, sehingga perputaran Bumi menjadi cepat yang akibatnya sehari semalam kurang dari 24 jam. Pada saat lain Bumi jauh dengan Matahari (aphelium) yang menyebabkan gaya gravitasi Bumi menjadi lemah, sehingga perputaran Bumi menjadi lambat yang akibatnya sehari semalam lebih dari 24 jam.
 Sampai disini kita bisa membedakan antara waktu pertengahan dengan waktu hakiki, yakni waktu pertengahan adalah waktu yang berpatokan pada gerak semu harian Matahari yang dipengaruhi oleh rotasi Bumi dari arah barat ke timur, sedangkan waktu hakiki adalah waktu yang berpatokan pada rotasi bumi yang panjang waktunya tidak selamanya 24 jam dalam sehari semalam.
Waktu hakiki dalam setiap hari sangat penting untuk diketahui, hal ini bisa menjawab kenapa waktu shalat kita selalu berubah – ubah dalam setiap hari. Untuk mengetahui waktu hakiki, terlebih dahulu kita harus mengetahui nilai Equation of Time (ET) atau perata waktu. ET ini akan bernilai positif (+) apabila panjang waktu hakiki mendahului panjang waktu pertengahan dan bernilai negatif (-) apabila panjang hari pertengahan  mendahului panjang hari hakiki, jadi rumus mencari panjang waktu hakiki adalahwaktu hakiki (WH)= panjang hari pertengahan + ET / WH=24+(ET).
Contoh: Hitunglah panjang waktu hakiki pada tanggal 11 Januari dan 2 November 2013.?
Dik :    1. ET 11 Januari 2013 = -00 derjat 14 menit 16 detik.
2. ET 2 November 2013 = +00 derjat 16 menit 28 detik.
Jawab : 1. WH = 24+(-00:14:16) = 23:45:44. Jadi panjang waktu hakiki dalam sehari semalam pada tanggal 11 Januari 2013 adalah 23 jam 45 menit 44 detik.
2. WH = 24+(+00:16:28) = 24:16:28. Jadi panjang waktu hakiki dalam sehari semalam pada tanggal 2 November 2013 adalah 24 jam 16 menit 28 detik.
Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa pada tanggal 11 Januari 2013 panjang waktu sehari semalam cuma 23 jam 45 menit 44 detik, tidak sampai 24 jam. Sedangkan pada tanggal 2 November 2013 panjang waktu sehari semalam 24 jam 16 menit 28 detik, melebihi dari 24 jam. Sampai disini jelaslah bahwa dalam sehari semalam tidak selamanya 24 jam.

Wallahu’aklam bissawab …

*Ismail S.Sy. Penulis adalah Ketua LKIF STAIN Malikussaleh & Dosen Syariah STAIN Malikussaleh
comments | | Baca Selanjutnya...

Alumni STAIN Malikussaleh - Guru yang Juga Dosen Terbang

Penulis : Unknown on Friday, December 26, 2014 | 6:41 AM

Friday, December 26, 2014


HARI itu, T Chairul Mahdi bersama guru lainnya sedang bertugas sebagai guru piket di SMPN 1 Syamtalira Aron, di Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Chairul--panggilan akrab T Chairul Mahdi--ketika masa kuliah di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe yang merupakan aktivis gerakan mahasiswa. 

Dia aktif sebagai pengurus inti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ketua Majelis Mahasiswa (Mema) STAIN Malikussaleh. Chairul kerap terlibat dalam demonstrasi gerakan mahasiswa tahun 2000. Dia juga sebagai instruktur di organisasi mahasiswa Islam tersebut. Tapi, kini Chairul menjadi seorang guru berprestasi di SMPN 1 Syamtalira Aron.

Bahkan, sekarang dia dipercaya sebagai Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pelajara agama Islam di kabupaten tersebut. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Agama Aceh Utara mempercayakan pria kelahiran Meurah Mulia itu sebagai fasilitator pelajaran agama Islam di kabupaten tersebut. Dia juga dipercaya sebagai pembuat soal ujian akhir sekolah (UAS) pelajaran agama Islam tahun 2010 dan 2011.

Selain menjadi guru, dia juga menjadi dosen terbang di STAIN Malikussaleh, Akbid Darussalam Lhokseumawe, dan STAI Al Aziziyah Samalanga, Bireuen. Lalu, apa obsesi akhir Chairul? “Saya ingin berbagi apa yang saya tahu kepada seluruh guru di Aceh Utara,”  ujar Chairul.

Meski telah menjadi guru dan dosen, mantan aktivis mahasiswa ini tak segan membantu orang tuanya Sulaiman dan Cut Khadijah Daud berjualan sayur di pasar Meurah Mulia, Aceh Utara. “Jualan sayur itu bagian dari pekerjaan sampingan saya, ya membantu orang tua. Jika libur mengajar, saya masih membantu orang tua turun ke sawah. Ini sebagai bentuk pengabdian saya,” pungkasnya.


siapa chairul?
- Nama: T Chairul Mahdi
- Lahir: Meurah Mulia, 11 April 1981
- Orang tua: Sulaiman dan Cut Khadijah Daud
- Alamat: Kandang, Lhokseumawe
- Prestasi: Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pelajaran Agama Islam Aceh Utara, Fasilitator mata pelajaran Agama Islam Aceh Utara, Penulis naskah soal agama Islam, ujian akhir sekolah (UAS) Aceh Utara tahun 2010 dan 2011

Aceh.tribunnews.com
comments | | Baca Selanjutnya...

“Tuhan Membusuk” (Efek Paham Inklusivisme, Pluralisme Agama & Multikulturalisme)

Penulis : Unknown on Wednesday, December 17, 2014 | 8:54 PM

Wednesday, December 17, 2014


Oleh: Hartono Ahmad Jaiz
 
JAKARTA Apa itu inklusivisme?  Inklusivisme itu adalah faham yang berbahaya bagi Islam. Apa itu inklusivisme? Berikut ini penjelasan dari pihak mereka (orang-orang dari kelompok SEPILIS – Sekuler, Pluralis dan Liberal) sendiri:
Yang dikembangkan dalam Islam Liberal adalah inklusivisme dan pluralisme. Inklusivisme itu menegaskan, kebenaran setiap agama harus terbuka. Perasaan soliter sebagai penghuni tunggal pulau kebenaran cukup dihindari oleh faksi inklusif ini.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat  kekeliruan pada agama yang kita anut. Tapi, paradigma ini tetap tidak kedap kritik. Oleh paradigma pluralis, ia dianggap membaca agama lain dengan kacamata agamanya sendiri.
Sedang paradigma plural (pluralisme): Setiap agama adalah jalan keselamatan. Perbedaan agama satu dengan yang lain, hanyalah masalah teknis, tidak prinsipil. Pandangan Plural ini tidak hanya berhenti pada sikap terbuka, melainkan juga sikap paralelisme. Yaitu sikap yang memandang semua agama sebagai jalan-jalan yang sejajar. Dengan itu, klaim kristianitas bahwa ia adalah satu-satunya jalan (paradigma eksklusif) atau yang melengkapi jalan yang lain (paradigma inklusif) harus ditolak demi alasan-alasan teologis dan fenomenologis (Rahman: 1996).
Dari Islam yang tercatat sebagai tokoh pluralis adalah Gus Dur, Fazlurrahman (guru Nurcholish Madjid, Syafi’I Ma’arif dll di Chicago Amerika, pen), Masdar F Mas’udi, dan Djohan Effendi. (Abdul Moqsith Ghazali, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Jakarta, Media Indonesia, Jum’at 26 Mei 2000, hal 8). (Lihat Hartono Ahmad Jaiz, Tasawuf, Pluralisme dan Pemurtadan, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, cetakan pertama, 2001, hal 116-117).
Inklusivisme itu menganggap ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat  kekeliruan pada agama yang kita anut. Itu jelas meragukan benarnya Islam, maka di situlah rusaknya keislaman seseorang ketika sudah meragukan benarnya Islam; berarti dia telah keluar dari Islam alias murtad.
Masalah ini sebenarnya sangat berbahaya bagi Umat Islam. Namun, banyak yang tidak faham. Bahkan kaum terpelajar atau malahan sampai yang duduk di majelis yang disebut Majelis Ulama pun kadang tidak ngeh alias tak faham.
Contoh kasusnya seperti ini: Bagaimana bisa terjadi, MUI Bali kok pernah mengundang orang (yakni Eep Sefulloh Fatah) untuk diangsu (diambil) ilmunya, padahal anjuran darinya justru mengandung masalah yang sangat berbahaya bagi Islam. Ada ungkapan-ungkapan Eep yang berbahaya di antaranya:
  1. MUI yang telah berfatwa Juli 2005 tentang haramnya faham SEPILIS (sekulerisme, pluralisme agama alias menyamakan semua agama, dan liberalisme) –yang di antara dedengkotnya adalah Ulil— malah Eep menyarankan agar MUI menghormati Ulil. Ini sama dengan membiarkan MUI pusat mengeluarkan fatwanya, namun Eep cukup menggerilya MUI daerah seperti yang ia lakukan terhadap MUI Bali itu.
  2.  Eep menganjurkan bersikap inklusif, dengan mengatakan: “Jadi menurut saya yang terpenting adalah bersikap inklusif dengan ketegasan tertentu yang kita yakini, jangan bersikap eksklusif dengan ketegasan yang kita yakini.” Perkataannyaitu
    berbahaya, karenainklusivisme itu adalah faham yang
    berbahaya bagi Islam. (http://www.nahimunkar.com/eep-ajak-mui-bali-hormati-ulil/)
Inti faham inklusivisme: tidak menutup kemungkinan ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat  kekeliruan pada agama yang kita anut.
Bagi Islam, faham inklusivisme itu adalah faham kufur alias ingkar terhadap Islam, pelakunya disebut kafir. Karena telah mengingkari mutlak benarnya Islam yang telah ditegaskan dalam Al-Qur’an:
ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (٢)
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (QS Al-Baqarah 2 : 2)
Lebih dari itu, ketika inklusivisme meningkat jadi faham pluralism agama maka jelas sangat bertentangan dengan Islam. Karena menurut faham pluralisme agama, klaim bahwa ia (suatu agama, bagi muslim ya Islam) adalah satu-satunya jalan (paradigma eksklusif) atau yang melengkapi jalan yang lain (paradigma inklusif) harus ditolak demi alasan-alasan teologis dan fenomenologis.
Penolakan (terhadap aqidah Islam yang menegaskan Islam adalah satu-satunya jalan yang benar) itu sama dengan menolak Islam. Karena dalam Islam telah jelas :
{وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ} [آل عمران: 85] {وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ} [آل عمران: 85]
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali ‘Imran 3 : 85)
Menolak Islam itu sendiri adalah kufur, orangnya disebut Kafir. Nasib orang Kafir telah dijelaskan, kekal di neraka Jahannam selama-lamanya.
{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ } [البينة: 6]
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah 98 : 6)
Jadi faham inklusivisme dan pluralisme agama itu adalah faham kufur yang sangat berbahaya bagi Islam. Menjadikan keyakinan Tauhid diganti dengan kekufuran. Bahkan masih ditingkatkan lagi dengan faham yang mereka sebut multikulturalisme, yang itu sama dengan pluralism agama, hanya saja semua kultur dianggap sejajar, parallel, dan tidak boleh ada yang mengklaim bahwa hanya kulturnya sendiri saja yang benar.
Ketika demikian maka dianggap sumber konflik. Padahal, agama (Islam) hanya dianggap sebagai sub kultur, bagian dari kultur atau bagian dari budaya. Sehingga ketika Islam jelas-jelas ajarannya mengklaim sebagai satu-satunya yang benar (mereka sebut eksklusivisme itu tadi) maka dianggapnya sumber konflik, maka dianggap sebagai musuh bersama. Itulah jahatnya faham multikulturalisme.
  • Kata multikulturalisme ini digunakan kelompok liberal sebagai usaha untuk tetap menyesatkan umat Islam yang mulai mengerti sesatnya pluralism agama yang pernah difatwakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dan faham pluralism agama itu ditolak ormas-ormas Islam.
  • Celakanya, multikulturalisme ini sudah masuk ke kurikulum pendidikan agama Islam dari SD, SMP hingga SMA.
Yang cukup mencengangkan, pihak Kementerian Agama (Kemenag) sendiri justru sudah menerbitkan buku mengenai multikulturalisme ini. Salah satu judul buku Kemenag ini adalah“Panduan Integrasi Nilai Multikultur Dalam Pendidikan Agama Islam Pada SMA dan SMK.” (lihat Multikulturalisme Sama Bahayanya dengan Pluralisme http://www.nahimunkar.com/multikulturalisme-sama-bahayanya-dengan-pluralisme/)
Apa bahayanya? Bahayanya, tiga faham tersebut (inklusivisme, pluralisme agama, dan multikulturalisme) itu adalah semua menolak Islam yang menegaskan hanya Islam lah yang benar, yang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yang pemeluknya yang beriman dan beramal shalih ikhlas untuk Allah maka dijanjikan surga oleh Allah Ta’ala. Penolakan itu adalah kekafiran. Bahkan kemusyrikan. Karena dalam riwayatnya, orang Majusi yang menolak haramnya bangkai lalu dibisikkan kepada kafir Quraisy agar membantah Islam tentang itu, kemudian dijawab oleh Allah Ta’ala :
{وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ} [الأنعام: 121]
..dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. (QS. Al-An’am 6 : 121). (Lihat Tuhfatul Ahwadzi 7/391)
Ketika yang dibantah itu hanya satu bagian dari hukum Islam yakni haramnya bangkai saja ternyata bila diikuti maka menjadi orang-orang musyrik ; apalagi kalau yang dibantah itu seluruh Islam, disamakan dengan agama lain, maka jelas-jelas lebih nyata jadi orang musyrik. Dan itulah yang dilakukan oleh faham inklusivisame, pluralisme agama, dan multikulturalisme. Jadi tidak lain hanyalah kemusyrikan baru yang sangat dahsyat, namun karena istilahnya bukan dari Islam, maka Umat Islam banyak yang tidak tahu dan tidak menyadari bahwa inklusivisme, pluralisme agama, dan mukltikulturalisme itu adalah kemusyrikan baru..
Ketika yang dikembangkan di pendidikan tinggi Islam se-Indonesia, bahkan kini Kementerian Agama telah membuat panduan buku mutikulturalisme dalam apa yang disebut “Panduan Integrasi Nilai Multikultur Dalam Pendidikan Agama Islam Pada SMA dan SMK,” maka sebenarnya yang dilakukan oleh Kementerian Agama dan juga perguruan tinggi Islam se-Indonesia adalah pemusyrikan.
Maka benarlah buku Hartono Ahmad Jaiz berjudul Ada Pemurtadan di IAIN. Maksudnya adalah di perguruan-perguruan tinggi Islam di Indonesia. Bahkan kini Kementerian Agama sudah menggarap sampai tingkat SMA dan SMK. Sehingga, namanya pendidikan (Islam) namun sejatinya pemusyrikan.
Oleh karena itu, ketika ada isu Kementerian Agama akan dihapus, maka saya tulis artikel tentang kiprah pemusyrikan Kementerian Agama itu; makanya untuk apa disedihi, kalau toh antinya dihapus. Kecuali kalau kiprah Kementerian Agama itu untuk I’laai kalimatillahi hiyal ‘ulya, maka baru perlu disedihi bila dihapus. (lihat Isu Kementerian Agama Dihapus, Pembela Ahmadiyah Diangkat By nahimunkar.com on 17 September 2014)
Dari kiprah pendidikan tinggi Islam di Indonesia yang justru melancarkan pemusyrikan baru semacam itu, maka tidak mengherankan, di antara tokohnya seperti Azyumardi Azra yang kini jadi Kepala Sekolah Pasca Sarjana UIN Jakarta telah bangga dengan biografinya yang jelas-jelas menuturkan pembelaannya terhadap agama musuh Islam yakni Ahmadiyah.(lihat Azra “Jawara” Pembela Ahmadiyah Agama Nabi Palsu http://www.nahimunkar.com/azra-jawara-pembela-ahmadiyah-agama-nabi-palsu/ )
Betapa Memprihatinkannya
Lebih memprihatinkan lagi, Azra pembela Ahmadiyah agama bikinan nabi palsu itu kini muncul dalam nominasi Kabinet Jokowi-JK. (lihat Penghalal Homosex, Pembela Ahmadiyah, dan Tokoh Komunis Muncul di Nominasi Kabinet Jokowi-JK.
Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) terdiri dari kalangan komunis, liberal muncul sebagai kandidat calon menteri. By nahimunkar.com on 19 September 2014 http://www.nahimunkar.com/penghalal-homosex-pembela-ahmadiyah-dan-tokoh-komunis-muncul-di-nominasi-kabinet-jokowi-jk/).
Lebih Dahsyat Daripada Kejahatan Pembunuhan
Itu semua berbahaya bagi Umat Islam. Kenapa berbahaya? Karena pemusyrikan baru yang dilancarkan di dalam pendidikan Islam di Indonesia dengan nama inklusivisme, pluralism agama, dan multikulturalisme itu menurut Al-Qur’an adalah lebih dahsyat bahayanya dibanding pembunuhan fisik. Karena kalau seseorang itu yang dibunuh badannya, sedang hatinya masih beriman (bertauhid), maka insya Allah masuk surga.
Tetapi kalau yang dibunuh itu imannya, dari Tauhid diganti dengan kemusyrikan baru yakni inklusivisme ataupun pluralism agama, ataupun multikulturalisme, maka masuk kubur sudah kosong iman tauhidnya berganti dengan kemusyrikan; maka masuk neraka. Hingga ditegaskan dalam Al-Qur’an:
وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/191]
dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)
وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]
Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).
Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:
عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)
Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).
Itulah betapa dahsyatnya pemusyrikan yang kini justru digalakkan secara intensip dan sistematis di perguruan tinggi Islam se-Indonesia, bahkan sudah dilancarkan pula ke sekolah-sekolah.
Baru-baru ini pengenalan mahasiswa baru di UIN Surabaya, tema utamanya adalah “Tuhan Membusuk”. Keruan saja Umat Islam marah terhadap bahaya yang sangat melecehkan Islam itu. (Lihat IAIN atau UIN Banyak Melahirkan Kader Sekuler, Liberal dan Kiri.
Tuhan tidak akan membusuk justru yang membuat tema ‘Tuhan Membusuk’ lah yang akan membusuk, dan wajib diseret ke penjara karena sudah melecehkan Tuhan berarti melecehkan agama. By nahimunkar.com on 18 September 2014 http://www.nahimunkar.com/iain-atau-uin-banyak-melahirkan-kader-sekuler-liberal-dan-kiri/).
Relakah generasi Muslim yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia bahkan merupakan penduduk yang jumlah Muslimnya terbesar di dunia ini dibunuhi imannya secara sistematis dijadikan pelaku-pelaku kemusyrikan baru dengan sebutan inklusivisme, pluralism agama, dan multikulturalisme itu?
Relakah generasi dan anak-anak Muslim se-Indonesia ini dijerumusukan oleh para pembawa ajaran kemusyrikan baru itu?
Dan relakah negeri ini menyedot uang dari rakyat (ingat, 70 persen penghasilan Negara adalah dari pajak, dan itu tentu disedot dari penduduk) yang mayoritas Muslim namun justru untuk membiayai perusakan iman Umat Islam diganti dengan kemusyrikan baru yang akan menjerumuskan ke neraka kekal selama-lamanya?
Relakah wahai saudara-sauadara? [edt; GA]

Panjimas.com
comments | | Baca Selanjutnya...

Jurnalogika Team

dakwah.stainmal.ac.id

Blogroll

Iklan

Comments
Comments
 
Design Template by Teuku Reza Rizki | Support by creating website | Powered by Said Arif Tirtana