Berita Baru :
Showing posts with label #PolitikMahasiswa. Show all posts
Showing posts with label #PolitikMahasiswa. Show all posts

Mahasiswa Gajah Putih Kecewa dengan Sikap Gubernur Zaini

Penulis : Unknown on Saturday, January 17, 2015 | 7:50 AM

Saturday, January 17, 2015

Zaini Abdullah
JURNALOGIKA - MAHASISWA Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon menyayangkan sikap Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, yang ngotot mengusulkan anggaran sebesar Rp 200 miliar lebih untuk Badan Usaha Milik Aceh (BUMA). Apalagi dana ini sudah diwacanakan akan dialihkan untuk kepentingan publik seperti subsidi iuran listrik untuk masyarakat miskin di Aceh oleh DPRA. "Kami sangat kecewa atas sikap Gubernur Aceh yang lebih mengutamakan anggaran itu untuk kepentingan kerabatnya. 

Padahal di Aceh masih banyak sarana dan prasarana pelayanan publik yang harus dioptimalkan, apalagi pasca musibah banjir dan longsor kemarin," ujar Presma UGP, Raunal Mahfudh kepada ATJEHPOST.co via telepon seluler, Sabtu, 17 Januari 2015.

 Rahmat menilai sikap dan komitmen Gubernur Aceh untuk tetap mengusulkan anggaran untuk BUMA, telah mencerminkan sikap tidak adanya rasa prihatin dan bertanggung jawab terhadap rakyat Aceh. Padahal selama ini masyarakat Aceh telah banyak menaruh harapan kepada Gubernur Zaini dalam menjalankan segala amanahnya terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. 

"Seharusnya Gubernur selaku pemegang kewenangan harus peka serta lebih memfokuskan kepentingan publik. Apalagi usulan DPRA yang ingin mengalihkan anggaran tersebut untuk pembangunan jalan tembus, subsidi listrik bagi rakyat miskin serta pembangunan irigasi patut diapresiasi. Oleh karena itu, saya berharap kepada DPRA haruslah cepat-cepat bertindak tegas dengan mengedepankan komitmen terhadap kepentingan publik," ujarnya. (Atjehpost.co)
comments | | Baca Selanjutnya...

Ngotot Minta Modal,Presma UTU Anggap Zaini Tak Peka

BEM Universitas Teuku Umar
JURNALOGIKA - PRESIDEN Mahasiswa Universitas Teuku Umar Meulaboh, Raman Dhawis Sandika, menyesalkan sikap Gubernur Zaini Abdullah yang ngotot meminta agar DPR Aceh menyetujui suntikan anggaran untuk PT Investasi Aceh dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) sekitar Rp200 miliar. 
"Gelontoran dana ratusan miliar itu sangat rawan korupsi," kata Raman kepada ATJEHPOST.CO, Sabtu, 17 Januari 2015.
Raman khawatir lantaran di manajemen kedua perusahaan itu Gubernur Zaini diketahui menempatkan sanak keluarganya pada posisi penting. 
Seharusnya, kata Raman, Gubernur Zaini lebih peka dan mengerti kepentingan masyarakat daripada ngotot menyuntik modal ke Badan Usaha Milik Aceh yang menurutnya hanya menguntungkan kelompoknya saja.
Menurut Raman, sikap DPR Aceh yang menolak penyertaan modal dan mengalihkan dananya untuk subsidi listrik masyarakat miskin dan menambah anggaran untuk pembangunan irigasi dan jalan di pelosok sudah tepat.
"Jujur saja kami sangat kecewa dengan sikap Gubernur selaku pemegang kebijakan. Semestinya amanah yang sedang diemban ini benar-benar bisa memperhatikan kepentingan khalayak ramai, bukan kelompok pribadinya. Apalagi usulan peningkatan sarana publik seperti pembangunan irigasi, subsidi listrik bagi rakyat miskin dan pembangunan jalan tembus, tujuannya kan demi kesejahteraan masyarakat juga," ujarnya lagi.
Sebelumnya, Gubernur Zaini Abdullah dikabarkan memerintahkan Sekda Aceh Dermawan agar tidak meneken persetujuan bersama eksekutif dan legislatif untuk KUA-PPS jika dewan tidak menyetujui alokasi anggaran untuk kedua perusahaan daerah itu. Akibatnya, pembahasan anggaran Aceh 2015 molor dari jadwal.
Sementara DPR Aceh, seperti disampaikan Ketua Fraksi Partai Aceh Kautsar Muhammad Yus, menolak penyertaan modal pemerintah lantaran manajemen kedua perusahaan itu dinilai tidak sehat. "Kalau pembenahan manajemen sudah beres, baru kita bicarakan berapa kebutuhan modalnya. Tetapi tolonglah perusahaannya dibikin sehat dulu, biar arahnya jelas." kata Kautsar.(Atjehpost.co)
comments | | Baca Selanjutnya...

Zulfirman-Gunawan Pimpin Fakultas Tarbiyah

Pasangan Gubernur terpilih, Zulfirman - Gunawan.
JURNALOGIKA - Zulfirman dan Gunawan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe Periode 2015-2016. Kepastian itu diperoleh setelah mereka terpilih dalam Pemilihan raya (Pemira) di kampus Alue Awe, Kamis (15/1).
Ketua Komite Independen Pelaksana Pemilihan (KIPP), Taufik Syarbaini, kemarin, menyebutkan, Pemira itu diikuti dua pasangan yaitu Zulfirman dan Gunawan dari Prodi Bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam serta Mahzar dan Fakhrurreza dari Prodi Bahasa Inggris dan Matematika. “Zulfirman dan Gunawan memperoleh 561 suara, sedangkan Mahzar dan Fakhrurreza mendapat 316 suara. Sementara 7 suara lainnya rusak,” rincinya.
"Dengan izin Allah dan doa mahasiswa semua kami unggul dalam Perhitungan suara tadi 
sore. hanya Allah yang dapat membalas jasa Anda semua, semoga kami dapat mengembankan amanah dengan baik" Tulis Zulfirman di kronologi Facebook-nya.
Dari jumlah 2120 mahasiswa Jurusan Tarbiyah, sebut Taufik, hanya 887 orang yang memilih dalam Pemira tersebut. “Semoga mereka yang terpilih dapat menjalankan tugas dan amanah yang dibebankan serta tetap menjaga nama baik STAIN Malikussaleh,” harapnya.(mr)
comments | | Baca Selanjutnya...

Jurnalogika Team

dakwah.stainmal.ac.id

Blogroll

Iklan

Comments
Comments
 
Design Template by Teuku Reza Rizki | Support by creating website | Powered by Said Arif Tirtana